Kota Banjar Raih Penghargaan Kota Peduli Hukum & Ham

Pemerintah Kota Banjar kembali mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah yang peduli terhadap Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2018 dari Kementerian Hukum dan HAM RI yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan Ham RI, Yasonna H Laoly, kepada Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, pada acara Peringatan ke-70 Hari HAM se-Dunia, di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Terdapat 21 Provinsi dan 346 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan, acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla, Ketua Mahkamah Agung, para Deputi di Kemenkumham dan sejumlah pejabat lainnya, serta para Gubernur, Bupati dan Wali kota penerima penghargaan.

Kota Banjar menjadi salah satu daerah yang sukses meraih prestasi tersebut, tercatat sudah lima kali dianugerahi predikat sebagai Kota Peduli Hukum dan HAM dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Wapres menyampaian apresiasinya kepada semua pihak yang berupaya untuk menegakkan prinsip-prinsip HAM di Indonesia. Seperti Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang mengembangkan daerah yang berwawasan HAM, dengan mewujudkan toleransi, saling menghargai sesama manusia, menyeimbangan antara hak dan kewajiban dalam pelaksanaan HAM. “Jangan sampai terjadi tindakan intoleransi, karena intoleransi merupakan bibit pelanggaran HAM”, tambahnya. Maka dari itu, JK meminta kepada seluruh kepala daerah dan juga masyarakat untuk bekerja sama dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu Menteri Hukum dan HAM menyatakan bahwa peringatan Hari HAM Sedunia tahun ini merupakan wujud kinerja Kementerian Hukum dan HAM serta apresiasi kepada Kepala Daerah baik Provinsi, serta Kabupaten dan Kota. Salah satu parameter pemberian gelar Kota Peduli HAM, yaitu dikarenakan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam melaksanakan program-program HAM, ini berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 34 Tahun 2016, ada tujuh kriteria penilaian, sehingga bisa disebut sebagai pemerintah daerah yang peduli HAM. “Kriteria tersebut diantaranya, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur mendapat penghargaan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkot Banjar beserta seluruh masyarakat Banjar, yang telah berupaya dan berikhtiar bersama menjaga kebersamaan, saling menghormati dan menghargai sesama warga di Kota Banjar tanpa memandang asal usul, keyakinan, maupun pekerjaan, dengan diraihnya Penghargaan ini menurut beliau sangatlah luar biasa, penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kemkumham RI bekerjasama dengan Komisi Nasional HAM RI dalam memperingati Hari HAM se-dunia tahun 2018. “Hal itu tidak lepas dari hasil kerja keras pemerintah daerah dan masyarakat yang mampu menjaga HAM di daerah, Juga harus diakui bahwa penghargaan ini merupakan kerja keras seluruh pihak dalam menegakan dan menghormati segala macam bentuk HAM di Kota Banjar.

Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Kota Banjar selalu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan, terutama yang ada kaitannya dengan implementasi penyelenggaraan HAM seluas-luasnya yang tidak terlepas dari upaya dalam memenuhi hak-hak dasar warganya, termasuk hak-hak bagi penyandang disabilitas dan persamaan hak bagi setiap elemen masyarakat. “Dan harus dipahami juga, bahwa hak asasi merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, namun hak tersebut juga harus diimbangi dengan kewajiban dan tidak merugikan orang lain”, pungkasnya.

sumber: banjarkota.go.id

Share this post