Koptan ASA Banjar Dapat Kucuran Pinjaman Rp 2,5 Miliar dari PNM

Koptan ASA Banjar Dapat Kucuran Pinjaman Rp 2,5 Miliar dari PNM

Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam (Koptan ASA) Kota Banjar mendapat kucuran pinjaman dari CSR Permodalan Nasional Madani (PNM) senilai 2,5 miliar rupiah. Penyerahan CSR Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Koptan ASA ini, digelar di Gudang Koptan ASA, di Jalan Pengairan, Blok Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Kamis, 27 Desember 2018.

Selain dihadiri Wakil Wali Kota Banjar, hadir pula Danramil Langensari, Kapolsek Langensari, PNM Tasikmalaya, Kabid Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta kelompok pengrajin gula merah dan gula semut Kota Banjar, kelompok petani Sorgum Kabupaten Tasikmalaya, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Koptan ASA, Yudo Hernowo, mengatakan, bahwa pinjaman tersebut akan dipakai modal usaha untuk 30 kelompok gula merah dan gula semut di Kota Banjar. “Bantuan pinjaman sebesar 1,5 miliar rupiah, dan masing-masing kelompok mendapatkan modal usaha sebesar 50 juta rupiah,” ucapnya. Pinjaman yang diberikan PNM, Koptan ASA bertindak sebagai penjamin dan bertanggung jawab. “Semoga saja semua UMKM itu maju dan tetap ekspor kedepannya,” ujar Yudo. Dia menambahkan, ekspor itu merupakan tantangan di era globalisasi sekarang ini. Untuk itu, UMKM mesti diperkuat, baik modal maupun kemampuan sumber daya manusianya. Selain 30 kelompok gula merah dan gula semut yang ada di Kota Banjar, PNM juga memberikan pinjaman kepada kelompok Sorgum (makanan pokok pengganti beras) Kabupaten Tasikmalaya, yang berada di bawah naungan Koptan ASA, senilai 1 milyar rupiah.

Langkah Koptan ASA ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana. Beliau mengatakan, bahwa dalam hal ini tidak hanya dalam permodalan saja, namun pemasaran produk pun menjadi masalah utama ketika produk sudah banyak. Wakil Wali Kota menambahkan bahwa Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, telah membantu dengan berbagai cara. Namun, belum membuahkan hasil yang menggembirakan. “Semoga modal usaha untuk UMKM ini, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendongrak daya beli masyarakat Banjar,” katanya.

Permodalan yang dipermudah ini merupakan solusi perangi rentenir dan untuk memajukan UMKM sekaligus menggeliatkan koperasi, karena terakhir ini masih ada koperasi yang mengalami stagnan. “Namun dalam merealisasikannya itu tidak cukup hanya dijadikan jargon dan dipasang di spanduk saja,” ujarnya. Beliau juga berharap PNM Cabang Tasikmalaya ini, kedepan bisa memperluas pinjaman modal usaha di sektor lain. Selain kepada UMKM gula merah dan gula semut itu, menurutnya bisa juga di bidang peternakan.

Sementara Pimpinan Cabang PNM Tasikmalaya, Luki Nurwendhi mengatakan, modal usaha yang diberikan itu merupakan dana bergulir dari CSR. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya pun bukan hanya memberi pinjaman modal saja, melainkan juga melakukan pelatihan dan pendampingan, jika ada pelaku usaha yang mengalami kendala. “Dalam pinjaman ini jasa administrasi yang diberlakukan 0,25 persen per bulan. Pinjaman bunga ringan ini tidak berlaku di bank mana pun, dari CSR sebesar 2,5 milyar yang digelontorkan sekarang ini, rinciannya adalah 1,5 milyar diperuntukan untuk kelompok gula merah dan gula semut Kota Banjar. Kemudian, sebesar 1 milyar rupiah diperuntukan kelompok Sorgum Kabupaten Tasikmalaya.

Share this post