Ini Cara KPU Kota Banjar Sosialisasi Pemilu ke Pemilih Pemula

PU Kota Banjar memiliki cara unik menyosialisasikan Pemilu 2019 untuk para pemula. Kegiatan ini dihadiri ratusan pelajar di SMA/SMK Kota Banjar.

Acara tersebut menampilkan menggelar panggung sajak dan teater yang berlangsung di gedung Banjar Convention Hall, Banjar, Jawa Barat, Senin (10/12/2018). “Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi pemilu dalam kemasan berbeda. Ada kolaborasi literasi budaya, literasi antikorupsi dan literasi demokrasi. Keunikan ini menjadi cara untuk menarik pemilih pemula, supaya paham dengan demokrasi dan meningkatkan angka partisipasi,” ujar Ketua KPU Banjar Dani Danial Mukhlis.

Mendapatkan pemahaman tentang pemahaman demokrasi, kata Dani, diharapkan para pemilih pemula sadar akan pentingnya peran pemilih dalam menentukan nasib bangsa pada masa mendatang. “Kita punya harapan besar kepada pemilih pemula, yang memang mengedepankan idealisme. Bisa menjadi pionir pemilih rasional. Harapannya bisa menularkan prinsip tersebut kepada masyarakat,” tuturnya.

Menurut Dani, pemilih cerdas dan rasional dapat menghasilkan pemimpin berkualitas untuk kemajuan bangsa. Selain sosialisasi Pemilu, para pelajar Kota Banjar tersebut diajak deklarasi antikorupsi dengan menandatangani baliho putih. Tujuannya guna menanamkan dan mencegah korupsi sejak dini.

“Karena bertepatan dengan hari anti korupsi, jadi para pelajar di Banjar juga diajak deklarasi anti korupsi. Sebagai bentuk penyadaran bersama. Dalam teater tadi juga temannya proyek Sangkuriang, yang membuat perahu tidak selesai karena adanya korupsi,” ujar Dani.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Gunadi mengapresiasi kegiatan tersebut dengan melibatkan kalangan pelajar. Sehingga diharapkan mencegah korupsi sejak dini dan dari lingkungan keluarga.

“Kita sangat mendukung dalam pencegahan korupsi. Karena tujuan utama kita pencegahan, kalau sudah dicegah tentunya tidak ada kasus. Deklarasi anti korupsi ini sangar bagus kita dukung,” kata Gunadi.

Pelajar SMAN 2 Banjar, Nevia Oktavia, menilai kegiatan tersebut sangat baik. Ia menjadi tahu tentang Pileg maupun Pilpres yang bakal digelar pada April 2019. “Ini bisa jadi bekal ke depan, terutama soal korupsi. Karena dengan korupsi dapat merugikan negara dan orang lain,” ucap Nevia.

Sumber: detik.com

Share this post